Postingan

Menyatukan 5 kepala, 5 faham, 5 karakter, 5 hati wanita .

September 2013 lalu, saya pertama bertemu dengan keempat wanita cantik dan baik hatinya, Pucha Hervina, Anna Sabhawana, Annisa Nur Satwika, dan Dinda Aryani Gantini . 2 tahun menjalin persahabatan, sulit untuk yang baru saja saling mengenal, kami memang tidak saling mengenal satu sama lain namun kemudian kami dipersatukan dalam satu kelas, dan pertemuan pertama itu membuat kami dekat hingga sekarang. 1 tahun berselang, Kerja kelompok bareng, makan bareng, karoke bareng, ketawa bareng, jalan bareng, hubungan kami berlangsung baik-baik saja. Belum ada pertikaian yg begitu berarti, perbedaan pendapat? Wajar saja dan maklumlah menyatukan 5 kepala wanita itu lebih dari sekedar sulit. Sampailah kemudian dimana tragedi dan kasus-kasus kecil terjadi merusak hubungan persahabatan kami. Kesulitan ini terutama dilalui saya pribadi, entah apa jadinya kalau saya bukan lahir dari keluarga yang sudah terbiasa dengan santai menghadapi bertubi-tubi permasalahan, kali ini saya tidak dapat sesantai itu...

Senyumin Aja :)

4 tahun pacaran, lama? iya? untuk yang pacaran lebih sebentar dari kami. Tapi sebentar untuk yang pacaran jauh lebih lama dari kami. Pertanyaan yang sama setiap hari yang muncul ke saya ataupun Gusti adalah "Lu gak bosen?" dan jawaban kami adalah "Enggak." Entah apa yang buat kami bisa setegas itu dengan jawaban enggak, ya karena memang enggak, ketemu tiap hari hanya untuk dia mengantar atau menjemput ke kampus aja. Ada hal yang banyak orang gak akan pernah faham tentang kekhawatiran Gusti ke saya, berlebihan memang, tapi saya yang merasakannya yang jelas sangat menghargai usahanya. Mereka hanya tahu dan melihat 'kami bertemu setiap hari' selebihnya tak banyak yang mereka tahu tentang kami, Gusti adalah pacar terlama saya, sebelumnya tak usah saya sebutkan dengan siapa dan berapa lama yang jelas satu tahun saja tak sampai. Tak banyak orang yang bisa menerima karakter wanita seperti saya, saya adalah wanita yang lahir hari Selasa di bulan Safar dengan zodia...

Six Months

Hai blogger, udah hampir setengah tahun nih ninggalin blog. Sebenernya banyak banget yang ingin ditulis. Sampe bingung mau mulai darimana. Mungkin mulai dari dapet kabar bahagia dari kampus kalo jadi salah satu dari 20 mahasiswa beruntung, abang Mafti menikah di Januari dan alhamdulillah sekarang kakak ipar lagi isi, mudahmudahan lancar sehat selamet baby sama ibunya ya teh Mega. pas resepsi ada sedikit insiden kecil yang buat jari tengah tangan kanan harus kejepit bagasi mobil dan baru bisa dipakai untuk normal beraktifitas lagi setelah 3 bulan kemudian, mungkin ini juga alesan kenapa gak nge-blog dulu. Ngetiknya susah hehehe... Terus sahabat kecil yang gak kerasa sahabatan udah 20 tahun, persis pagi ini bertepatan dengan May Day 2015 udah resmi jadi suami istri, meskipun resepsinya gak dihari yang sama, masih nunggu lusa untuk pesta kebahagiaan mereka. Oh ya, kabar yang paling nyenengin adalah tepat 4 April 2015 yang lalu adalah 44 bulan anniv gitu sama pacar. Gak kerasa tahun ini ...

31 Agustus 2014

3 hari lalu, tepatnya 31 Agustus 2014. Kekasihku Gusti Ibnu Freeyandani tepat berusia 21 tahun. Sedikit surprise kecil ku coba hadirkan di hari bahagianya itu, sejak ia bangun sampai malamnya ia kembali tidur. 21 bukanlah lagi angka remaja, angka ini telah menuju proses pematangan kedewasaan. Tidak lagi menjadi yang seperti pada usia belasan, angka ini adalah angka serius. Waktunya menghadapi segala sesuatu hal dengan sebuah keseriusan. Tepat pukul 7 pagi aku datang ke rumahnya dan agak sedikit bersekongkol dengan ibunya untuk membangunkan ia dari tidur lelapnya, dengan membawa kue berukuran sedang beserta dengan lilin berangka 21nya. Ia terlihat agak sedikit kikuk, mungkin sedikit bingung melihat aku sepagi itu berada dirumahnya. Satu hal ia tak pernah meminta acara besar-besaran di setiap tahun hari lahirnya, mungkin yg lebih lucu adalah diapun tak ingat ketika tepat tanggal lahirnya. 2 tahun lalu, sesampai 31 Agustus tak pernah aku buat hari itu sangat bermakna, di usia hubung...

Tentang Hidup dan Mati

Tulisan ini mengingat tentang tepat satu tahun kepergian oma kami tercinta 23 Agustus 2013 Satu tahun lalu Tepat Tuhan memanggilmu kembali pada-Nya wahai oma yang sungguh sangat kami cintai Oma yang aku tau selama hidupnya selalu berusaha untuk tak menyusahkan siapapun termasuk anak-anaknya Wanita yang tegar dan tangguh itu adalah kebanggan kami cucu-cucunya, aku termasuk cucu yang dekat dengan oma, sampai detik terakhirnya pun aku tak ingin lepas darinya, melihat ia tersenyum dan bangga menyaksikan kami telah tumbuh besar. Tepat satu hari sebelumnya oma meminta aku dan kakak-ku membelikannya buah anggur, permintaan terakhir yang kami telah wujudkan meski sempat terjadi sedikit tragedi saat aku dan kakakku akan membeli anggur itu. Mungkin itu pertanda yang Tuhan berikan atau entahlah Kebahagiaan aku dan kakakku hanyalah ketika dapat memeluk oma untuk terakhir kalinya dan berdua menggenggam erat tangannya, yang kami sadari hingga saat ini adalah ia telah pergi dan kami sangat...

Ada Namun Tak di Fahami

Seringkali kami membuatnya terlalu mendalam Tak terbersit dalam benak mereka tentang apa yang ada di kedalaman itu Mencoba mengerti namun kurasa takkan pernah mampu Mungkin mengerti namun tak memahami apa yang sebenarnya terjadi Tak banyak yang kami minta Tak banyak pula yang kami harap terjadi Kami sadar hidup ini bukan layaknya cerita tengah malam cinderella Menyadur dongeng yang kemudian mencoba mewujudkannya menjadi nyata Sederhana, Tentang bagaimana kami dapat hidup sedikit bahagia Tentang bagaimana kami dapat hidup dalam secuil saja ketenangan Tanpa tergesa-gesa Tanpa ketakutan Takdir Tuhan membawa kami kemari Ke jalan dimana kami harus menjadi yang Tuhan inginkan Tuhan ingin kami ada untuk menenangkan kekacauan meski dalam ketidaktenangan Memberi senyuman meski di himpit luka mendalam Memberi kehangatan meski terkadang dengan hati yang hampir atau bahkan sudah membeku Melahirkan kehidupan baru meski kami harus siap pergi Melayani hidup setiap pasang mata di ...

Here, the story begin .

Gambar
Terkadang memulai adalah hal tersulit dalam hidup Mencoba mengawali hal-hal diantara ketidakpastian Aku berdiri di tengah keduanya Mencari tahu bagaimana harus ku mulai semua hal tentang kehidupan ini Cerita dimulai ketika aku  harus menerima apa yang terjadi kepada kedua orangtuaku Disinilah aku menjadi pribadi yang baru dan selalu berusaha menjadi yang terbaik Keluarga ini adalah anugerah terindah yang Allah takdirkan untukku Menjadi bagian dalam kebahagiaan dan kesederhanaan Ketulusan sebuah kasih sayang yang jarang terlontarkan namun sesungguhnya aku tahu bahwa dalam hati kecil kami rasa kasih sayang itu ada teramat besar Terima kasih Ya Tuhanku telah memberi aku kesempatan bersama keempat malaikat nyata yang kau hadirkan di hadapanku Dan juga hadirnya satu malaikat kecil yang semakin mewarnai kehidupan kami Putra dari kakak perempuanku Dengan ini ku mulai hidup baruku Menata kebahagiaan ke depan bersama lima orang yang ku sayangi Papa, Mama, Abang, Teteh dan s...